Langsung ke konten utama

Menjajal Kereta Gerbong Wisata Prioritas




Sewaktu menonton film Murder on the Orient Express saya jadi membayangkan bagaimana rasanya berada di kereta premium bak rakyat borjuis. Di Indonesia, kereta seperti ini mungkin sekelas dengan kereta kepresidenan atau gerbong khusus wisata yang sebelumnya tidak dijajakan untuk masyarakat umum secara individu, melainkan harus menyewa satu gerbong utuh dengan biaya yang tidak sedikit. Namun ternyata, PT. KAI bersama dengan anak perusahaannya, PT. KA Wisata mengeluarkan gerbong baru khusus kereta wisata prioritas.

Sebenarnya gerbong wisata prioritas sudah bisa mulai dirasakan masyarakat pada tahun 2017 dengan kereta Argo Lawu. Namun, saya baru mendengarnya awal bulan Maret ini, yakni kereta Argo Parahyangan jurusan Bandung-Jakarta PP. Dipatok dua ratus ribu rupiah, harga ini merupakan promo uji coba bulan Maret, sedangkan untuk bulan selanjutnya dipatok 250 ribu rupiah. Harga yang terbilang mahal jika dibandingkan dengan pesawat rute yang sama karena hanya terpaut 25 ribu rupiah dengan harga normal. Namun, kelebihan fasilitas dari kereta ini membuat saya penasaran dengan kenyamanan yang ditawarkan. Dengan pengalaman yang cukup sering untuk menggunakan kereta eksekutif pulang-pergi dari Solo ke Bandung atau Jakarta, saya rasa wajib untuk mencoba pengalaman baru ini. Saya memesan tiket dua minggu sebelumnya dengan jadwal keberangkatan dari Bandung pukul 05.00 dan tiba di Jakarta 08.15

Pengalaman sebelumnya, kereta yang pernah saya tumpangi dengan fasilitas terbaik yaitu KA Gajayana dari Solo ke Jakarta dengan tarif 550 ribu rupiah, disusul Turangga di harga 400 ribuan, dan Argo Lawu 230 hingga 300 ribuan serta Argo Parahyangan biasa maupun tambahan sekitar 120 hingga 130 ribu rupiah. Namun semua kereta tersebut tentu masih kalah dengan fasilitas yang ditawarkan kereta wisata prioritas ini yang sering digunakan presiden dan keluarga serta tamu negara, antara lain :

Audio Visual on Demand (AVOD)

Seperti pesawat Garuda maupun pesawat internasional yang memberikan fasilitas AVOD, gerbong wisata ini memberikan fasilitas yang sama. Dengan beberapa film dan audio yang menurut saya cukup menghibur untuk menghabiskan waktu selama perjalanan. Kekurangannya hanya filmnya kurang update, tidak seperti pesawat yang biasanya update film-film terbaru. Kelebihan AVOD di kereta dibandingkan pesawat yaitu user interface yang responsif dan lancar, tidak seperti di pesawat yang terkadang agak susah untuk scroll dan lelet (Qatar Airways dan Garuda). Namun, ukuran dari layar AVOD masih lebih kecil dibandingkan pesawat, dengan resolusi HD yang menurut saya sudah lebih dari cukup




Makanan dan Minuman Free Refil

Kelebihan lainnya yaitu penumpang mendapatkan sajian box berisi dua buah roti merk ternama dan satu buah air mineral kecil. Selain itu, penumpang digratiskan untuk menyantap kopi dan teh di mini bar yang berada di belakang gerbong. Kalau beli seperti biasa, harga satu minuman tersebut sekitar 7000 rupiah. Saya sendiri mencoba minuman tersebut sebanyak tiga kali, biar ga rugi. Dengan mini bar yang memiliki kursi sebanyak empat buah, membuat penumpang yang bosan di kursi penumpang dapat melihat pemandangan luar dengan leluasa.









Karpet dan Bagasi

Fasilitas lain yaitu berupa bagasi bak naik pesawat, serta karpet yang menghiasi lantai gerbong. Percaya atau tidak, karpet dapat mengurangi stress. Namun menurut saya, karpet di gerbong ini masih kurang terawat dengan adanya bercak hitam serta logam dudukan kaki yang terkelupas. Untuk luas tempat duduk sepertinya tidak berbeda jauh dengan kereta eksekutif biasa







Toilet

Toilet menjadi hal penting untuk perjalanan jauh. Terkadang kita khawatir kalau kebelet boker di kereta karena terkadang toilet kurang higenis, apalagi kalau airnya gaada, mampus. Tapi toilet kereta ini jauh lebih bagus dari toilet kos saya. Kurang lebih mirip dengan hotel lah




WIFI

Untuk kereta yang saya tumpangi dengan tarif promo, WIFI masih belum tersedia. Namun untuk tarif normal WIFI akan tersedia on board sehingga tak perlu khawatir bagi penumpang yang menggunakan provider gaib, seperti 3 yang saya gunakan.



Terlepas dari biaya yang terbilang cukup mahal jika dibandingkan dengan kelas lainnya, terlebih hanya terpaut sedikit dengan pesawat wings air Jakarta-Bandung, kereta ini cocok untuk anda yang tidak terburu-buru dan ingin merasakan kenyamanan serta kepastian waktu karena pesawat memiliki probabilitas delay yang lebih besar dibandingkan kereta. Perjalanan tiga jam serasa cepat sekali, tidak seperti di gerbong biasa.

Kenyamanan relatif yang saya rasakan yaitu suspensi dan kursi yang lebih empuk. Untuk suspensi, mungkin dikarenakan gerbong yang terletak di paling belakang, jauh dari mesin sehingga suaranya juga lebih tidak bising.

McD Sarinah,
24 Maret 2018

Komentar

Popular Posts

Liburan Sebulan di Kampung Halaman dengan Pendapatan 350 Juta #1

Kere Hore di Era Digital dan IoT