Langsung ke konten utama

Postingan

Buku MOJOK

Buku Mojok (BUMO) didirikan dengan niat untuk terlibat dalam memberikan bacaan yang sehat, kritis, dan menghibur. Terdiri kumpulan orang yang punya pengalaman di berbagai bidang, dari redaksi hingga kualitas cetak, kami ingin menghadirkan rumah penerbitan yang sehat dan dinamis, yang dapat berkontribusi bagi peningkatan dunia literasi secara kuantitatif maupun kualitatif di Indonesia. Dari sisi bisnis, kami percaya bahwa kompetisi antar penerbit adalah hal usang. Era sekarang adalah era sinergi. Satu entitas bisnis ikut melengkapi sekaligus mengembangkan dunia bisnis tersebut. Buku Mojok juga hadir untuk memberi ruang bagi tempat berkarya anak-anak muda Indonesia. Kami membuka kesempatan yang lebar untuk penulis-penulis baru dalam mempublikasikan buah pikir dan imajinasi mereka dalam beragam karya fiksi maupun nonfiksi. Berikut katalog Buku Mojok yang dapat dibeli
Katalog Buku Mojok.pdf
Pembelian silakan hub WA 089626380940 - Luca atau Line: lucaxyzz Pengiriman dari Bandung dan/atau Jog…
Postingan terbaru

Kere Hore di Era Digital dan IoT

Kata generasi X, kita sebagai kaum milenial (Generasi Y) merupakan korban rezim kapitalisme global yang ekstraktif dan eksplotitatif. Maksudnya, konsumerisme begitu mudah menaklukkan berbagai golongan ekonomi manusia-menengah ke bawah hingga ke atas-untuk membelanjakan uangnya padahal jika barang itu tidak ada, orang tersebut masih dapat melakukan aktivitas hidupnya dengan normal. Paparan berbagai media iklan membuat kita begitu antusias, terlebih ketika targetnya adalah ajang showoff di sosial media, apapun dilakukan untuk mendapatkan 'like' baik secara virtual maupun nyata. Namun, disamping menjadi korban rezim kapitalisme global, kita sebaiknya juga harus 'smart' dalam mengelola keuangan di era digital dan IoT (Internet of Things) dengan memanfaatkan berbagai momentum yang dapat menghemat pengeluaran, bahkan surplus ! Berikut saya rangkum pengalaman saya dalam mengelola keuangan, mendapatkan uang dari berbagai event digital dan mendapatkan barang tanpa perlu banyak…

Pengalaman OJT di Santos Ltd. [Minggu Pertama]

Tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya bahwa OJT/internship/magang/kerja praktek/praktek kerja lapangan adalah hal yang membosankan bahkan menyeramkan. Bayangan saya sebelum berada di sini pasti flow pekerjaan terkesan berat dan standar yang tinggi, artinya saya akan dituntut mencapai ekspektasi perusahaan sehingga saya selalu berpikir untuk memberikan yang terbaik. Namun semua berbeda, tapi bisa jadi 'belum dimulai' lantaran saya menjalani minggu kerja di perusahaan oil & gas ini. Berikut saya rangkum kegiatan selama minggu pertama dan ulasan lingkungan kerja di kantor ini, khususnya di departemen project development. Untuk detil departemen/divisi dan mekanisme/flow pekerjaan di dunia oil & gas akan saya ceritakan di artikel lainnya.
Milestone Saya benar-benar bersyukur ditempatkan di perusahaan yang terkait dengan interest saya sejak dua tahun belakangan. Selain prospek jenjang karir yang menjanjikan (kecuali di PHK ketika harga minyak anjlok), ilmu engineering…

Santos Ltd: Perusahaan Multinasional yang Menyokong Kebutuhan Gas di Indonesia

Mungkin banyak yang kurang familiar dengan nama PT. Santos atau Santos Ltd. ini. Santos sendiri merupakan singkatan dari dari South Australia Northern Territory Oil Search. Dari namanya sudah dapat ditebak bahwa perusahaan ini berasal dari Australia, tepatnya berkantor pusat di Adelaide, Australia Selatan. Perusahaan energi ini telah berdiri sejak 1954 dan menjadi perusahaan swasta di bidang oil & gas terbesar kedua di Australia yang memiliki wilayah kerja di Australia, Asia hingga Papua New Guinea.
Entah mengapa saya sedikit merasakan euforia sebagai karyawan, meskipun berstatus On Job Training (OJT) di perusahaan oil & gas multinasional ini. Kerja di Sudirman, kawasan elit perkantoran di Jakarta tepatnya di tower Ratu Plaza lantai 4, hal ini tentu saja membuat saya begitu excited untuk menuai ilmu dan juga memberikan kontribusi bagi perusahaan. Ya ngga tau sih akan berkontribusi seperti apa dalam tiga bulan kedepan, apakah hanya menjadi beban perusahaan untuk menyelesaikan …

Posyantek Coblong Jitu Berinovasi: Bentuk Advokasi KM ITB terhadap Penyerapan Anggaran DP3APM Kota Bandung

Poin ke-3 dari Tri Dharma Perguruan Tinggi: Pengabdian kepada masyarakat.
Perguruan tinggi bukan semata-mata mencetak pelajar untuk mempersiapkan diri di lingkungan kerja ataupun bibit cendekiawan dalam pengembangan teknologi anak bangsa. Lebih dari itu, di setiap pundak mahasiswa ada beban harapan masyarakat itu sendiri akan nasib mereka dan anak cucunya di masa mendatang. Buktinya, persentase pelajar yang meneruskan ke pendidikan tinggi sangat terbatas. Memang, kapasitas menjadi hal utama, namun itu juga dapat menggambarkan bahwa perguruan tinggi merupakan wadah pencetak agen perubahan bangsa, salah satunya melalui pengabdian kepada masyarakat yang tertulis pada tri dharma perguruan tinggi.
Banyak keluhan tentang birokrasi bangsa kita yang njelimet baik di administrasi kependudukan misalnya sampai bidang teknologi yang terkesan mengekang inovasi anak bangsa. Mungkin anda jengkel ketika dokter Warsito Purwo Taruno lewat temuan alat terapi kangkernya yang berhadapan dengan retorika K…