Langsung ke konten utama

Postingan

Teknologi Membran Pada Industri Pembangkit Listrik Berbahan Bakar Batubara

Proses membran merupakan teknologi yang relatif baru jika dibandingkan dengan pengolahan partikulat konvensional seperti filtrasi menggunakan adsorben granular, serta pertukaran ion menggunakan resin ion exchange (IX) sebagai media deionisasi dalam pengolahan air baku di industri pembangkit listrik. Aplikasi membran dikelompokkan berdasarkan ukuran dan kegunanaanya, antara lain : Microfiltration (MF), ultrafiltration (UF), nanofiltration (NF), hyperfiltration (HF) atau reverseosmosis (RO), electrodialysis (ED)/electrodialysisreversal (EDR), dan electrodeionization (EDI). Proses membrane terbaru seperti forwardosmosis (FO), membranedistillation, dan electrodialysismetathesis (EDM) dapat memisahkan padatan yang dapat berupa partikel yang mengendap, terlarut atau bahkan berupa koloid sekalipun. Selain itu, membrane juga dapat memisahkan senyawa gas menggunakan membrane contactor (MC).
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) saat ini tidak terlepas dari batubara sebagai bahan bakar utama dika…
Postingan terbaru

Badai Harvey, Ledakan Pabrik Kimia Hingga Krisis Suplai Ethylene

Badai Harvey yang melanda negara bagian Texas hingga Lousiana menyebabkan kerusakan lingkungan serta menelan korban jiwa. Sedikitnya 35 orang meninggal dunia dan 17 orang lainnya masih hilang. Sementara itu, lebih dari 32.000 jiwa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Badai tropis tersebut bukan hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur, akan tetapi juga menyebabkan banjir dengan radius yang cukup luas.


Banjir bukan hanya memaksa para warga di sana untuk mengungsi, namun juga menyebabkan ledakan di sebuah pabrik kimia. Arkema Inc, sebuah industri polimer Prancis, meledak setelah wilayahnya tergenang air pada 31 Agustus pukul 1 dini hari waktu setempat. 


Arkema Inc. yang terletak di Crosby, Texas, memproduksi cairan organik peroksida, bahan kimia penting untuk produksi thermoplastic sebagai bahan baku berbagai produk polimer, seperti : part mobil, food packaging hingga cleaning products. Selain memproduksi cairan kimia, Arkema Inc. juga mengolah bahan dasar tersebut menjadi berbagai…

Energi Terbarukan Bukan Solusi Satu-Satunya untuk Meredam Kehangatan Bumi

Mungkin beberapa hari yang lalu sebuah berita mengenai kebijakan Departemen Energi Amerika yang diliput oleh Econotimes membuat kaget bagi para netizen. Namun di kalangan akademisi atau energy anthusiast momen ini sudah dapat diprediksi sejak kebijakan Presiden Amerika, Donald Trump, pada 1 Juni 2017 untuk hengkang dari perjanjian "hijau" Paris Climate Conference yang diadakan di Paris pada akhir 2015 silam. Perjanjian yang telah ditandatangani 195 negara, termasuk Indonesia, menetapkan sebuah aksi global untuk menempatkan dunia pada jalur yang tepat agar terhindar dari perubahan iklim yang ekstrim dengan membatasi pemanasan global di bawah 2oC. Banyak kata kunci pada perjanjian ini, yang paling utama yaitu mengurangi dan menekan laju emisi gas rumah kaca (GHK). Yang mengejutkan dari berita tersebut tidak lain ialah langkah Amerika ke depan untuk memerangi energi terbarukan, bukan malah memelihara dan melanjutkan para pejuang energi hijau.
Berbagai upaya dilakukan untuk menek…

Bilah Raksasa yang Bias dan Reaksi Abadi yang Dijauhi

Apa yang pertama kali di pikiran anda saat mendengar energi terbarukan ? Kalau saya boleh jujur, kincir angin pertama terlintas di benak saya sewaktu SD yang saat itu masih sering didengar sebagai PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Angin) namun sekarang lebih disebut bayu sehingga berubah menjadi PLTB. Tak dapat dipungkiri juga, kebanyakan orang awam mungkin akan berpendapat demikian.PLTB pun menjadi sebuah stereotype seakan energi ini menjadi energi masa depan di Indonesia, terlebih dengan berbagai poster dan landscape keren yang ada di film-film.


Penerapannya pun makin meningkat tiap tahun dengan dibarengi penurunan energi fosil. Denmark dianggap menjadi sebuah kiblat dalam penerapan energi terbarukan ini selain negara maju lainnya di Eropa seperti Jerman, Norwegia dan Swedia. Dengan berbagai berita dan video mengenai teknologi mereka, netizen seakan terperangah dan berpendapat bahwa energi mereka bebas dari CO2



Sumber : https://www.electricitymap.org
Ketiga gambar di atas menunjukkan emi…