Langsung ke konten utama

Cara Legal Download Jurnal Elsevier dengan Akun Email Universitas

Jurnal ilmiah merupakan kebutuhan utama bagi pelajar baik dalam menjalani praktikum maupun penelitian sebagai rujukan utama laporan dan tugas akhir. Sayangnya, keterbatasan akses berbagai penerbit jurnal menjadi halangan utama. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mendapatkan jurnal yang diinginkan, baik legal maupun ilegal. Penerbit Elsevier menjadi rujukan utama karena dipastikan terindeks Scopus yang berarti memiliki reputasi yang baik, disamping penerbit lainnya seperti ACS, Springer, Palgraf, Brill, Google Scholar, Nature, Science, Paragon, RCS dan lain-lain. Selain itu, tampilan laman sciencedirect.com menurut saya sangat responsif dibandingkan laman penerbit lainnya

Saya pertama kali mengakses jurnal ilmiah di tahun 2014 dengan menggunakan akses login LIPI yang hanya bisa digunakan di perpustakaan. Setiap hari waktu itu saya luangkan untuk mendownload jurnal yang telah saya bookmark sebelumnya karena hanya bisa diakses menggunakan akun instansi tersebut. Hal ini berlanjut saat mulai berkuliah di ITB, bedanya dengan hanya tersambung 'Hotspot ITB' otomatis dapat mendownload berbagai jurnal di laman sciencedirect.com. Kebutuhan yang mendesak membuat cara ilegal dilakukan untuk mendownload jurnal secara efisien dan hemat waktu dengan bantuan situs-situs ilegal seperti libgen dan/atau sci-hub.

Berbeda dengan UI yang memiliki sebuah akun yang terintegrasi, termasuk akses di laman miliki penerbit Elsevier tersebut. Namun ternyata, akun AI3 ITB memiliki akses juga ke laman sciencedirect.com untuk mengakses ribuan jurnal meskipun ada beberapa jurnal yang memerlukan izin khusus. Berikut langkah mendaftarkan akun AI3 sebagai akses di sciencedirect.com

1. Remote Access
Langkah pertama yaitu menuju menu remote access di bagian bawah laman utama sciencedirect.com seperti pada gambar di bawah
Selanjutnya anda diharuskan mendaftarkan email universitas yang masih aktif. Hal ini berlaku bagi universitas yang telah memiliki akses ke penerbit tersebut. Dalam hal ini, mahasiswa ITB menggunakan akun email students. 
2. Aktivasi
Langkah kedua dan terakhir yaitu aktivasi melalui email universitas yang telah didaftarkan. Setelah aktivasi selesai, otomatis akun yang dibuat di remote access tersebut berhasil digunakan.

Setelah berhasil aktivasi dan login pada laman sciencedirect.com, anda dapat mengakses langsung berbagai jurnal ilmiah sesuai kebutuhan anda.



Software 3rd party yang menurut saya wajib digunakan untuk mempermudah pekerjaan ini yaitu Mendeley. Mendeley merupakan software legal dan gratis untuk mempermudah mengakses jurnal untuk dibaca. Selain itu, software dapat mempermudah penulisan sitasi yang dengan otomatis mengelompokkannya berdasarkan abjad, pengaturan style, dan kemudahan mengakses folder jurnal. 


Lalu apa bedanya dengan jurnal yang didownload dengan situs ilegal ? 90% sama. Beberapa kali saya menemukan jurnal dengan watermark manuscript. Jurnal dengan watermark tersebut belum boleh untuk disitasi karena masih dalam tahap review

Apakah cara diatas dapat dilakukan di laman penerbit lainnya ? Belum tentu bisa, kecuali universitas anda memiliki akses terhadap penerbit tersebut. Perlu diketahui bahwa sebuah instansi untuk mendapatkan akses di satu penerbit jurnal ilmiah, perlu menggelontorkan anggara senilai ratusan juta rupiah untuk satu tahun.

Bekerja dengan cara yang legal merupakan hal wajib bagi insan akademis yang menjunjung nilai integritas. Namun di sisi lain, keterbatasan akses membuat hal ilegal dilakukan. Dalam pandangan saya, hal ilegal tersebut 'makruh' untuk dilakukan, bukan berarti tidak usah. Mengingat, penerbit jurnal ilmiah merupakan jaringan kapitalisme yang memperalat akademisi untuk mengejar publikasi yang memiliki reputasi baik. 

Sejumlah kebijakan pemerintah mengenai kewajiban dosen untuk melakukan publikasi internasional yang memiliki impact factor yang sepertinya malah menjadikan tolok ukur yang tidak produktif. Menurut Guru Besar Pendidikan Politik UPI, Prof. Idrus Affandi, kebijakan ini tanpa disadari mengarah pada kolonialisasi intelektual dan mengabaikan nasionalisme pendidikan. Tidak lain, penerbit jurnal ilmiah merupakan bagian dari kapitalisme pendidikan.

Selebihnya mungkin dapat saya sampaikan di lain waktu mengenai kapitalisme pendidikan di atas.


Sumber dan referensi

1. Kolom Kabar Pendidikan, Koran Galamedia, 6 Januari 2018



Komentar

Popular Posts

Energi Terbarukan Bukan Solusi Satu-Satunya untuk Meredam Kehangatan Bumi

Buku MOJOK

Kumpulan Karya Ilmiah dan Essay #3