Langsung ke konten utama

Cerita Tentang Mimpi: Kenikmatan yang Dilebihkan



Belajar dari kesalahan di mana saya hanya mengejar uang dan pride dari sebuah kompetisi di waktu SMA. Tapi memang waktu itu sedang berada di fasa kesulitan dalam hal finansial sehingga saya berusaha menjemput rezeki dari berbagai kompetisi. Masalahnya, apa yang saya lakukan waktu itu tidak terasa dampaknya secara langsung alias useless bagi saya kedepannya dan bagi orang lain waktu itu dan mungkin kedepannya juga. Pelajaran berharga tersebut memotivasi saya untuk lebih sering sharing tentang gagasan dan pengalaman tentunya. Salah satunya melalui artikel ini

Mimpi saya bahkan lebih sederhana dibandingkan terbang ke Prancis mewakili Indonesia untuk mengunjungi dan belajar lebih banyak perihal teknologi dan kebijakan di kantor pusat International Energy Agency (IEA).

Empat tahun lalu tepatnya sekitar bulan April 2014 saya mengikuti kompetisi esai dari direktorat jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE). Di situlah saya pertama kali mengenal lebih jauh tentang esensi renewable eneryy. Saya tidak menyangka kalau tulisan dua setengah halaman dihargai tiga juta rupiah sebagai juara dua di tingkat SMA dan membuat saya bermimpi untuk dapat menghadiri EBTKE Connex selaku event yang mengadakan kompetisi tersebut. Dalam benak saya, apa artikel lebih begitu berharga dibandingkan penelitian ? 

Cerita waktu itu 


Tiga tahun kemudian, EBTKE Connex diadakan kembali di Balai Kartini, Jakarta. Mungkin mimpi saya waktu SMA akan menjadi kenyataan karena saya berdomisili di Bandung, lebih dekat untuk menjangkau ibu kota. Namun ternyata mimpi itu dilipat gandakan. Melalui kompetisi #15HariCeritaEnergi saya berhasil menempati juara kedua dan mendapatkan grand prize kunjungan ke kantor pusat IEA.

Presentasi waktu itu


Saya rasa penelitian dan menulis itu satu jalan untuk membuka cakrawala ilmu pengetahuan, terlebih output dalam penelitiannya benar-benar menyelesaikan masalah di depan mata. Sayangnya, publikasi ilmiah di Indonesia masih sangat minim. Bagaimana kita bisa mendebat ancaman asing terkait trade war misalnya, tanpa ada data aktual dari hasil penelitian. Dari pelajaran berharga ini, saya kembali bermimpi untuk dapat memberikan lebih banyak kontribusi yang dapat diharapkan keidealannya; artikel dan publikasi ilmiah.

Dan begitulah mimpi saya yang sederhana dinaikkan derajatnya. Berusaha itu perlu, berdoa itu perlu, perihal hasil yang ideal itu urusan-Nya. Di umur yang hampir meninggalkan 20 tahun ini, sebenarnya juga banyak mimpi yang belum tercapai tapi di bawa santai saja, yang penting 24 jam kita berguna sebagai mana mestinya. Ingat, kenikmatan yang kadang dilalaikan banyak orang adalah kesehatan dan waktu luang ! Cerita mengenai pengalaman selama berada di Paris akan saya post segera 


Paris,
14 April 2018

Komentar

Popular Posts

Emas Hitam di Labtek Biru: Teknologi Bersih Batubara melalui Biosolubilisasi

Paris Diary: Day 0